Tawaran Alternatif Penyelesaian Konflik Israel-Palestina

Konflik Israel-Palestina tiada henti, terutama sejak Israel memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1948, yang dikenal dalam tradisi Arab sebagai ‘nakbah’ (bencana). Sejak tahun tersebut sudah tidak terhitung pembantaian umat manusia dilakukan oleh pihak Israel, mulai dari Shabra-Shatila hingga Jalur Gaza tahun 2009 lalu. belum lagi terhitung, korban cedera, perusakan perkampungan, lahan pertanian, infrastruktur, sekolah, rumah, rumah ibadah, dsb. Begitu juga pihak Israel mendapat serangan mortir dari Jalur Gaza walau tidak mengena sasaran.

Tuntutan perundingan damai, mulai dari Camp David hingga Oslo selalu menemui kegagalan karena sikap keras kepala Israel dan bandel negara tersebut. Bahkan, dengan naiknya Barack Obama sebagai Presiden AS yang banyak diharapkan dapat merubah peta perdamaian Timur Tengah, khususnya Israel-Palestina tidak banyak membantu ke arah tersebut, bahkan semakin jauh dengan semakin gencarnya Israel membangun settlement di kawasan sengketa dan proses yahudisasi kawasan Yerussalem dan Hebron (Al-Khalil). Dalam menghadapi situasi sulit tersebut, Pemimpin Libya, Kol. Muammar Gaddafi menulis sebuah buku tipis yang berjudul ‘the white book’ yang menawarkan solusi penyelesaian konflik kedua puak bersaudara tua tersebut, yaitu dengan berdirinya satu negara demokrasi di lokasi kedua kawasan antara Israel dan Palestina, yang diberi nama negara ’Isratine’, gabungan dari Israel dan Palestina. Sebuah alternative yang bisa jadi pilihan. Tapi apakah hal itu diterima oleh Israel yang memang hahikatnya ingin menguasai wailayah Timur Tengah dari Nil hingga Eufrat termasuk Makkah dan Madinah didalamnya????…..

sumber: http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/01/tawaran-alternatif-penyelesaian-konflik-israel-palestina/