Category: konflik antar negara


Bentrokan Kembali Pecah di Al-Khalil, Pasukan Zionis Anarkis

Sabtu, 20/03/2010 07:56 WIB |

Aksi protes warga Palestina memprotes rencana pembangunan 1.600 rumah baru untuk pemukim Yahudi lagi-lagi direspon dengan kekerasan oleh polisi Israel sehingga memicu bentrokan, kali ini terjadi di kota Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat.

Aparat keamanan Israel menembakan gas-gas airmata ke arah ratusan warga Palestina yang sedang berunjuk rasa setelah menunaikan Salat Jumat, yang dibalas dengan lemparan batu.

Laporan Al-Jazeera menyebutkan, ketegangan yang berubah menjadi konfrontasi terbuka antara warga Palestina dan aparat Israel meningkat sepekan ini, setelah rezim Zionis mengumumkan akan membangun 1.600 unit rumah baru di Yerusalem Timur (Al-Quds) untuk para pemukim Yahudi.

Terjadi beberapa kali bentrokan sengit antara tentara-tentara Israel dan para pemuda Palestina yang menolak rencana ekspansi itu. Pasukan Zionis, menurut Al-Jazeera menembakan gas-gas air mata dengan jumlah yang sangat banyak, bahkan sulit dipercaya bahwa gas-gas airmata sebanyak itu digunakan untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Akibatnya, banyak korban luka akibat tindakan anarkis pasukan Zionis terhadap warga Palestina yang protes.

Di kota Al-Khalil terdapat 160.000 warga Muslim Palestina dan hanya terhadap 500 warga Israel dan Yahudi yang hidup di sebuah pemukiman kecil di tengah kota itu. Pemukiman Yahudi itu dijaga ketat oleh tentara-tentara Israel.

Bentrokan juga terjadi di desan Bilin dan Nilin, tempat warga Palestina melakukan protes setiap minggunya, menentang pembangunan tembok pemisah Israel. Yerusalem Timur, juga masih diselimuti ketegangan karena tentara Zionis tidak mengizinkan warga Palestina berusia dibawah 50 tahun masuk ke Masjid Al-Aqsa, ditambah lagi dengan tindakan provokasi Israel yang membuka kembali sinagog tua dari abad ke-17 yang terletak di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa.

Seruan Tim Kwartet

Sementara itu, tim kwartet-tim negosiasi perdamaian Israel-Palestina-yang terdiri dari AS, Rusia, PBB dan Uni Eropa mengecam rencana Israel membangun ribuan rumah baru di Yerusalem Timur dan menyerukan agar Israel menghentikan pembangunan pemukimannya di tanah Palestina.

Tim Kwartet menyerukan penghentian itu setelah melakukan pertemuan di Moskow, Rusia untuk membahas ketegangan yang terjadi di Palestina akibat ulah Israel. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon ikut membacakan pernyataan bersama Tim Kwartet yang isinya “mendesak rezim Israel untuk membekukan semua aktivitas pemukimannya”.

Dalam pernyataan bersama itu, Tim Kwartet juga mengecam “keputusan Israel untuk merencanakan pembangunan rumah-rumah baru di Yerusalem Timur”.

Sekjen PBB mengatakan bahwa negosiasi antara Israel dan Palestina harus menghasilkan resolusi konflik dalam waktu 24 bulan. Dalam kesempatan itu, Ban Ki-Moon juga mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang terjadi di Jalur Gaza. Namun Ban maupun Tim Kwartet tidak menyinggung soal sanksi atau tekanan yang akan dilakukan terhadap Israel jika rezim Zionis itu tidak mematuhi desakan mereka. (ln/aljz)

Sumber: http://eramuslim.com/berita/dunia/bentrokan-kembali-pecah-di-al-khalil-pasukan-zionis-anarkis.htm

Israel Tidak Akan Mengubah kebijakannya

Senin, 22/03/2010 15:40 WIB

PM saysIsrael tidak ingin menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Israel juga tidak ingin mengubah kebijakan yang terus membangun perumahan di Jerusalem Timur. Semua harus berjalan. Tidak ada perbedaan antara pembangunan pemukiman di Jerusalem dengan Tel Aviv.

“Kebijakan kami terhadap Jerusalem telah sama dengan apa yang berlangsung di Tel Aviv, dan sudah berlangsung selama 42 tahun. Kami akan membuat jelas kepada rakyat AS, dan pembangunan pemukiman di Jerusalem sama dengan yang di Tel Aviv”, ucap Netanyahu. Selanjutnya, menurut Netanyahu, Israel telah mencaplok (menganeksasi) Jerusalem Timur Timur sejak tahun 1967, hampir 43 tahun yang lalu.

Netanyahu akan meninggalkan Israel menuju Washington, menghadiri pertemuan nasional, yang digelar AIPAC (American-Israel Public AFfairs Committee), yang rencana akan menjadi ajang untuk menekan pemerintahan Presiden Obama, yang menolak perluasan pemukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Israel telah dengan terang-terangan melakukan konvernsi Jenewa, yang melarang pembangunan pemukiman baru di wilayah Jerusalem Timur.

Sekalipun ‘Kuartet Empat’ (AS, Uni Eropa, Rusia dan PBB) telah mengutuk pembangunan di Jerusalem Timur, tetapi Israel tidak menggubris semuanya tekanan dunia internasional. Semua langkah yang dilaukan Israel itu, tujuannya untuk mementahkan rencana pendeklarasian negara Palestina, yang beribukota Jerusalem Timur. Langkah rakyat Palestina, yang menginginkan negara sendiri itu, telah mendapatkan persetujuan sejumlah negara, termasuk Sekjen PBB, Ban Ki-moon, yang belum lama ini berkunjung ke Gaza dan Tepi Barat.

Netanyahu tidak pernah akan menghentikan pembangunan di Jerusalem Timur dan Tepi Barat, karena kedua wilayah ini sudah menjadi hak milik Israel, sejak perang tahun 1967. Kunjungan ke Washington hanyalah menegaskan di depan para pemimpin Yahudi yang tergabung kelompok lobbi AIPAC, bahwa Israel tidak akan tunduk oleh tekanan siapapun, termasuk AS. (m/cnn)

Sumber: http://eramuslim.com/berita/dunia/israel-tidak-mengubah-kebijakannya.htm

Tawaran Alternatif Penyelesaian Konflik Israel-Palestina

Konflik Israel-Palestina tiada henti, terutama sejak Israel memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1948, yang dikenal dalam tradisi Arab sebagai ‘nakbah’ (bencana). Sejak tahun tersebut sudah tidak terhitung pembantaian umat manusia dilakukan oleh pihak Israel, mulai dari Shabra-Shatila hingga Jalur Gaza tahun 2009 lalu. belum lagi terhitung, korban cedera, perusakan perkampungan, lahan pertanian, infrastruktur, sekolah, rumah, rumah ibadah, dsb. Begitu juga pihak Israel mendapat serangan mortir dari Jalur Gaza walau tidak mengena sasaran.

Tuntutan perundingan damai, mulai dari Camp David hingga Oslo selalu menemui kegagalan karena sikap keras kepala Israel dan bandel negara tersebut. Bahkan, dengan naiknya Barack Obama sebagai Presiden AS yang banyak diharapkan dapat merubah peta perdamaian Timur Tengah, khususnya Israel-Palestina tidak banyak membantu ke arah tersebut, bahkan semakin jauh dengan semakin gencarnya Israel membangun settlement di kawasan sengketa dan proses yahudisasi kawasan Yerussalem dan Hebron (Al-Khalil). Dalam menghadapi situasi sulit tersebut, Pemimpin Libya, Kol. Muammar Gaddafi menulis sebuah buku tipis yang berjudul ‘the white book’ yang menawarkan solusi penyelesaian konflik kedua puak bersaudara tua tersebut, yaitu dengan berdirinya satu negara demokrasi di lokasi kedua kawasan antara Israel dan Palestina, yang diberi nama negara ’Isratine’, gabungan dari Israel dan Palestina. Sebuah alternative yang bisa jadi pilihan. Tapi apakah hal itu diterima oleh Israel yang memang hahikatnya ingin menguasai wailayah Timur Tengah dari Nil hingga Eufrat termasuk Makkah dan Madinah didalamnya????…..

sumber: http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/01/tawaran-alternatif-penyelesaian-konflik-israel-palestina/

konflik israel dan palestina

adsaaimagesaws

Konflik Palestina – Israel yang berlangsung sejak tahun 1948 hingga kini seperti tidak akan pernah bisa diakhiri. Penyerangan-penyerangan di antara kedua belah pihak selalu akan terjadi. Pihak Israel beralasan mempertahankan diri dari serangan pejuang Palestina dan tentara Hamas, sedang pihak Palestina mengadakan perlawanan karena merasa wilayahnya semakin menyempit direbut rezim zionis dengan pendudukan bersenjata maupun mendirikan pemukiman-pemukiman yahudi dengan cara merampas tanah rakyat Palestina.

Masyarakat dunia khususnya negara-negara Arab yang semula memihak bangsa Palestina dan berperang dengan Israel untuk membela hak-hak bangsa Palestina yang dijajah, akhirnya lebih banyak berdiam diri. Terutama sejak berdirinya negara Palestina secara resmi pada tanggal 15 Nopember 1988, dukungan negara Arab semakin melemah terhadap perjuangan bangsa Palestina menghadapi rezim zionis yang didukung mutlak oleh Amerika Serikat (AS). Sepertinya negara-negara Arab melihat Palestina bukan lagi sebagai bangsa yang lemah yang harus didukung sepenuhnya oleh sesama bangsa Arab, tapi sudah sebagai negara yang berdaulat dan mempunyai kekuatan sendiri. Atau karena ada kepentingan politik dan ekonomi sehingga rasa persaudaraan kearaban dan keislaman di antara bangsa-bangsa arab meluntur.

Kebingungan kaum Muslimin dan masyarakat dunia akan nasib rakyat Palestina selanjutnya dan kapan konflik mereka dengan pemerintah Israel akan berakhir adalah pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban memilukan. Kalau dilihat dari sepak terjang rezim zionis, maka jawabannya adalah sampai seluruh tanah Palestina habis dikuasai oleh mereka dan sebagian bangsa Palestina yang tersisa mau menjadi rakyat jajahan, bangsa kelas dua atau bahkan menjadi budak. Sedangkan bila dilihat dari semangat perjuangan bangsa Palestina melawan rezim zionis, maka jawabannya adalah sampai titik darah penghabisan dari para pejuang, mujahid mereka yang membela tanah air dan keberadaan mereka sebagai bangsa merdeka dan berdaulat di tanah sendiri.

Apabila diringkas ada dua penyebab terkatung-katungnya penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel, yakni:

1.  Perbedaan yang menonjol dan prinsip berupa pengakuan akan keberadaan kedua negara dan bangsa tersebut di mata mereka sendiri khususnya, dan di mata negara-negara lain di dunia termasuk Amerika Serikat yang sampai saat ini masih berpihak kepada pemerintah Israel.

2. Kedudukan kota Jerusalem dengan mesjid Alaqsanya sebagai tempat ibadah dan bersejarah bagi kedua bangsa yang secara umum berbeda agama tersebut.

Dunia arab dan dunia Islam memandang bangsa Palestina adalah pemilik sah tanah air mereka. Sedangkan bangsa Yahudi adalah bangsa yang tidak memiliki tanah air dan menolak serta keluar dari tanah perjanjian (Holy Land) yang dijanjikan Tuhan sesuai dengan berita di kitab suci.

Kedaulatan bangsa Palestina dengan berdirinya negara Palestina merdeka yang diproklamirkan di Aljazair ternyata tidak sepenuhnya diakui oleh Israel. Israel menganggap Jerusalem dan Gaza sebagai bagian dari tanah perjanjian seperti yang disebutkan di dalam kitab suci mereka, yang masih dikuasai oleh bangsa Palestina. Inilah alasan kenapa bangsa Yahudi dengan semangat zionismenya lebih memilih tanah Palestina sebagai tempat untuk mendirikan negara.

Amerika Serikat sendiri masih menerapkan standar ganda dalam hal ini. Sebagai anggota dewan keamanan PBB mengakui legalitas negara Palestina, namun di sisi lain membantu Israel secara politik, militer dan ekonomi untuk menguasai Palestina.

Dunia arab dan Islam menganggap berdirinya negara Israel adalah bentuk dari pemaksaan atas keberadaan orang-orang Yahudi di tanah Palestina. Bagi bangsa Palestina rezim zionis Israel dan bangsa Yahudinya adalah penjajah yang mendatangi dan ingin merebut tanah air mereka, bukan sebuah negara tetangga yang sedang bertengkar dengan mereka. Bagi para pejuang Palestina peperangan yang mereka lakukan adalah sebuah perjuangan heroik mempertahankan keberadaan tanah air dan bangsanya, persis seperti pejuangan kita memerdekan diri dari penjajah Belanda dan Jepang.

Memang benar perang antara Palestina dan Israel bukan perang agama, tetapi tidak bisa dilepaskan dari sebab-sebab pemikiran keagamaan yang berasal dari kitab suci. Alasan utama mereka berperang adalah memperebutkan tanah air, termasuk juga daerah Jerusalem yang merupakan tempat suci bagi tiga agama samawi di dunia, di mana di sana berdiri mesjid Alaqsa (Alharam alqudsi ashsharif) yang dijadikan tempat ibadah umat Islam atau disebut juga sebagai Bukit Bait Allah (The Temple Mount / Har ha-Bayit) bagi umat Yahudi dan Nasrani. Dan terkenal dengan dinding ratapan (The Western Wall/The Wailing wall/Ha Kotel Ha Ma’aravi) yang terletak di sebelah barat masjid Alaqsa sebagai tempat ibadah umat Yahudi, atau disebut Alburaq Wall oleh kaum Muslimin.

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=12720

20 Maret 2010 | 21:17 wib | Internasional

11 Warga Gaza Terluka dalam Serangan Israel

image

Foto: AP/Eyad Baba

Palestina, CyberNews. Menurut pejabat medis di Palestina, sedikitnya 11 orang cedera dalam serangan udara Israel di sebuah bandara selatan Gaza.

Serangan tersebut telah melumpuhkan bandara internasional Gaza, yang terletak di dekat kota Rafah, Jumat  (19/3) malam. Tentara Israel menyebutkan bahwa serangan tersebut berhasil mengenai target.

Sehari sebelumnya, serangan pasukan Israel juga berhasil mengenai dua terowongan yang ditengarai sebagai jalur penyelundupan senjata dan sebuah pabrik senjata.

Menurut laporan media setempat, Israel menyebut serangan mereka sebagai reaksi terhadap serangan roket yang dilakukan pihak Palestina dari Gaza ke Israel bagian selatan sehari sebelumnya.

“Israel mengatakan ini adalah pembalasan atas serangan roket Palestina, akan tetapi kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan terhadap Israel mengatakan serangan tersebut adalah bentuk reaksi terhadap apa yang dianggap sebagai agresi Israel dan provokasi terkait konflik Tepi Barat.”

Serangan Israel yang terjadi dua hari terakhir itu dipicu oleh bentrokan antara pemuda Palestina dan polisi Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, terkait rencana Israel melanjutkan pembangunan 1.600 unit rumah baru di Jerusalem timur.

( Aminudin , Al Jazeera/ CN21 )

http://suaramerdeka.com

05 Februari 2010 | 22:23 wib | Internasional

Dua Bom Mobil Meledak di Karbala, 32 Orang Peziarah Syiah Tewas

image

Foto: AP

Karbala, CyberNews. Dua bom mobil meledak, Jumat (5/2), disaat kerumunan peziarah Syiah memenuhi jalan raya pada saat mereka berjalan menuju ke sebuah kota suci di selatan Baghdad untuk menghadiri upacara keagamaan. Ledakan ini menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 154 orang lainnya, kata para pejabat kementerian Irak.

Teror bom ini merupakan yang ketiga kalinya dalam pekan ini disaat ratusan ribu kaum Syiah menghadiri upacara di kota Karbala.

Pekan ini kekerasan telah menjadi sebuah isu utama disaat pemerintahan Irak mempersiapkan pemilihan parlemen yang akan berlangsung pada 7 Maret mendatang, dan diindikasikan terkait dengan rezim Saddam Hussein. Perdana Menteri Irak, Nouri Al-Maliki mengatakan pada Kamis (4/2), ia tidak akan membiarkan Duta Besar AS untuk ikut campur dalam sengketa internal ini, dimana pihak Washington khawatir teror ini bisa menggagalkan rekonsiliasi Sunni-Syiah.

Serangan bom sendiri dimulai pada tengah hari, ketika bom mobil yang diparkir di sekitar kerumunan orang yang akan menghadiri upacara keagamaan meledak tepat di sebelah timur salah satu dari tiga pintu masuk utama ke Karbala. Setidaknya 154 orang terluka dalam ledakan yang terjadi berturut-turut tersebut.

Serangan bom mobil itu terjadi pada puncak ibadah haji ketika jalan-jalan di sekitar Karbala, 80 kilometer Selatan Baghdad, dipenuhi orang yang mencoba mencapai pusat kota Karbala, Jumat (5/2). Kerumunan orang tersebut membuat ambulans sulit untuk mengakses korban-korban yang terluka.

Sementara itu, para pejabat yang dimintai keterangan belum dapat memberikan keterangan terkait serangan bom yang terjadi beberapa kali dalam pekan ini. Mereka beralasan tidak memiliki wewenang untuk memberikan informasi terhadap situasi yang sedang terjadi.

( Yuska , AP/ CN14 )

http://suaramerdeka.com

05 Februari 2010 | 23:18 wib | Internasional

Ban Ki-moon:

Bukti Penyelesaian Konflik Israel-Palestina Belum Lengkap

image

New York, CyberNews. Belum ada cukup bukti untuk mengatakan apakah penyelesaian konflik Israel dan Palestina sesuai dengan tuntutan PBB. Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon.

Dalam laporannya, Ban Ki-moon menyebutkan bahwa pengajuan bukti-bukti yang ada oleh kedua belah pihak masih belum lengkap. Ki-moon menambahkan bahwa keputusan belum dapat diambil karena penyelidikan dari pihak Israel masih berlangsung sedangkan dari pihak Palestina baru saja dimulai.

“Tidak ada keputusan yang dapat dibuat pada pelaksanaan resolusi PBB oleh pihak-pihak yang bersangkutan,” kata Ban Ki-moon dalam laporannya kepada Majelis Umum PBB.

Diberitakan sebelumnya bahwa Majelis Umum PBB menuntut baik kepada pihak Israel maupun Hamas untuk memulai penyelidikan independen terkait perilaku mereka selama 22 hari pasca operasi yang dilakukan Israel, yang dimulai pada bulan Desember 2008.

http://suaramerdeka.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.